28 Agustus 2008

MENGGAPAI KONDISI IDEAL KEHIDUPAN

Posted in Renungan tagged , , , pada 11:08 am oleh yudios

Batas yang optimal di dalam kebahagiaan adalah hidup di dalam keadaan ideal (fitrah), dimana segala sesuatu berjalan sesuai dengan kondisi ideal. Yaitu hidup dalam aturan yang benar. Hidup dalam kondisi ideal sangatlah diimpikan oleh setiap orang, tetapi banyak orang tidak tahu bagaimana mencapai kondisi ideal tersebut. Kebanyakan orang terjebak ke dalam kondisi kehidupan yang jauh menyimpang dari alam ideal kehidupannya.

Kondisi ideal setiap manusia sesuai dengan karakter pribadi yang sudah terprogram di dalam setiap manusia. Setiap manusia diciptakan dalam karakter yang beragam. Jalan kehidupannya pun beragam sesuai kehendak sang Khalik yang menentukan jalan hidupnya. Tetapi jika kita mamandang secara fitrah manusia, jika kita teliti secara mendalam, setiap manusia memiliki kemampuan membawa diri ke dalam kondisi ideal dirinya yang sebenarnya. Manusia memiliki cenderung untuk malakukan hal yang baik. Kecenderungan itu telah tercatat dalam kitab kehidupannya dan mejadi tuntunan setiap apa yang dilakukannya, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Kondisi ideal adalah kondisi dimana manusia benar-benar marasakan kebahagiaan. Walaupun tidak ada orang yang benar-benar mampu mendapatkan kondisi idealnya secara sempurna. Sehingga kondisi ideal itu hanya menjadi sebuah konsep untuk manusia, agar manusia tersebut mencapai kebahagiaan. Konsep tersebut tertuang dalam bentuk aturan-aturan yang tertanam di dalam hati manusia. Aturan-aturan inilah yang dipakai oleh naluri dan insting manusia untuk mengantarkan manusia kepada kondisi idealnya. Insting dan nurani ini akan mempengaruhi setiap tindak tanduk manusia. Semakin sesuai tindakan manusia dengan rencana kondisi ideal dirinya, maka semakin dekat dirinya dengan kebahagiaannya.

Kondisi ideal ini terkadang sulit diterjemahkan dalam perbuatan. Manusia mudah terjebak dalam kondisi bukan ideal baginya karena tuntutan lingkungannya. Berbagai pemikiran yang berkembang di dalam kehidupannya menyebabkan seseorang memutuskan melakukan hal yang diluar dari kondisi idealnya. Berbagai pemikiran dan kejadian di dalam lingkungannya mempengaruhi pemikiran manusia sehingga manusia lupa akan kondisi ideal dirinya.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui [AlQuran surat Arrum (30) ayat 30]”


Iklan