14 Desember 2009

Nasib burung beo

Posted in Not Out Of Topic tagged , , pada 5:22 am oleh yudios

Kasihan aku pada beo
yang meracau dengan kata kata yang tidak dimengertinya.
Apakah engkau terpaksa melakukannya demi seonggok pakan penyambung hidupmu?
Atau engkau telah menganggap sangkar itu telah tidak ada dan menganggap ceracauan itu sebagai suatu keindahan.

Beo:
Burung yang terbang di luar itu hanya fatamorgana.
Sebutir peluru akan mengenai sayapnya
hingga ia tidak bisa terbang lagi.
Aku:
Patok tangan pemiliku
dan melarikan diri ketika ia akan membunuhmu.
Beo:
Pakan ini telah membiusku
hingga aku tak tahu bagaimana cara menggunakan sayapku.
Aku:
Kasihan aku pada beo yang meracau dengan kata kata yang tidak dimengertinya.
Apakah engkau terpaksa demi seonggok pakan penyambung hidupmu?
Atau engkau telah menganggap sangkar itu telah tidak ada
dan menganggap ceracauan itu sebagai suatu keindahan.

Kenapa engkau perindah suaramu? bukankah itu akan membuatmu tetap berada di dalam sangkar?
Beo:
Dengan itu aku berpesan pada saudaraku bahwa hidup di dalam sangkar tiada berguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: