20 Februari 2009

Manusia di kloning?

Posted in Not Out Of Topic pada 2:00 pm oleh yudios

“Apa jadinya jika manusia di…………?”. Isi tanda titik-titik pada kalimat pertanyaan ini dengan apa yang mungkin bisa dilakukan terhadap manusia, maka kamu akan membuat suatu kontroversial dalam kehidupan manusia yang “pantas” diperdebatkan secara etika dan moral. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba mengisinya dengan kata “kloning”. Apa jadinya jika manusia di kloning?.

Apa jadinya jika manusia dikloning?

Fenomena dalam beberapa masa terakhir ini adalah lahirnya ilmu bioteknologi dimana dengan ilmu bioteknologi, mahluk hidup bisa dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki sifat fisik tertentu. Misalnya ayam dimodifikasi gen-nya sedemikian rupa sehingga dia bisa menghasilkan telur yang lebih besar atau bisa tumbuh lebih cepat dan berpostur tubuh lebih besar (ayam pedaging). Kurang lebih seperti ayam yang sering kita makan sehari-hari?

Nah, sekarang apa jadinya jika gen manusia dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki sifat-sifat tertentu yang lebih menonjol, misalnya daya tahannya jauh lebih baik daripada manusia sekarang, atau gen manusia kombinasi sedemikian rupa dengan gen hewan lainnya sehingga manusia hasil kloning ini memiliki sayap, berbulu domba tetapi berkepala srigala, atau manusia memiliki sifat seperti buaya tetapi tetap bisa hidup di darat, atau manusia yang memiliki gigi yang baik seperti tikus, atau manusia yang diperkembangbiakkan seperti ayam di dekat kampus-kampus, atau atau-atau yang lainnya? (saya bingung menulisnya seperti apa).

Saya tambahkan lagi pertanyaanya, apa jadinya jika kamu (manusia) diambil darahnya untuk diperbanyak sehingga akan ada kamu-kamu yang lainnya persis seperti kamu adanya sekarang ini?. Jika kamu merasa pede dan punya uang banyak, kamu bisa memesan diri kamu yang lainya di pabrik tertentu untuk mengurusi hartamu atau ada misi tertentu yang harus kamu lakukan.

Lalu, dari pertanyaan-pertanyaan di atas, lahirlah pertanyaan-pertanyaan lainnya. Jika manusia aslinya sudah mati tetapi manusia hasil kloningannya belum mati, jadi sebenarnya dia itu sudah mati atau belum?, apakah manusia hasil kloningan itu pantas disebut manusia?, manusia hasil kloningan itu memanggil manusia asalnya apa?, statusnya seperti apa?, jika manusia “diperternakkan” di laboratorium, lalu apa yang dimaksud dengan manusia?

Dari hasil curah gagasan yang saya lakukan, saya hanya menghasilkan pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa saya jawab sepenuhnya dengan sebatas kemampuan yang saya miliki. Sekarang pertanyaan terakhir dari saya, apa jadinya manusia jika manusia dimodifikasi mirip kalkun, badak, cacing gelang, harimau ompong, siput, dan bunglon? Wah, kebayang nggak ya jika pada suatu saat kamu jalan-jalan di depan rumah dan tanpa sengaja kamu menendang siput. Lalu tidak lama setelah itu kamu digiring ke pengadilah karena siput yang kamu tendang tersebut ternyata manusia.

Tulisan ini tidak ada maksud negatif apapun, ini hanya membuka wacana saja. Saya tutup dengan pantun:

.

Buaya darat buaya laut

Sesama buaya haruslah rukun

Kalau ditimbang kok berat

Maklum, badan sudah kayak kalkun

.

Pantunnya OOT ya? Nggak apa-apa J.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: