17 September 2008

Mudik lebaran

Posted in Melayu tagged , , pada 4:03 am oleh yudios

Mudik lebaran perupakan suatu tradisi yang sangat menyenangkan. Setelah sekian lama kita berada di rantau orang, kini tibalah saatnya kita kembali ke tanah kelahiran, tanah yang selalu dirindukan. Di situlah hati ini tertinggal.

Sanak saudara, sahabat-sahabat, pekarangan rumah dan tiap jengkal tanah menyisihkan kerinduan yang teramat sangat. hanya satu obatnya, yaitu pulang kampung.

.

Pergi ke pekan di hari senja
Banyak ibu-ibu sedang belanja
Rindu sanak keluarga apa obatnya
Pulang kampung, itulah jawabnya

.

Sebelum lebaran idul fitri merupakan waktu yang sangat tepat untuk pulang kampung. Inilah waktunya kita berkumpul dengan sanak keluarga yang kita cintai. Inilah waktunya untuk kita memuaskan diri dengan segala sentuhan kehangatan keluarga, memuaskan telinga dengan kicauan orang-orang yang kita cintai. Memuaskan mata dengan lingkungan yang selama ini membuat hati ini gelisah untuk cepat-cepat pulang.

.

Terbanglah layang-layang jauh ke awan
Sampaikan salamku pada sang angkasa
Terbayang bayang kampung halaman
Seakan akan sudah di pelupuk mata

.

Pasti ada yang berubah, pasti!

Dulu, adik kecil yang ditinggal masih suka mengeluarkan ingus dihidungnya, sekarang sudah pandai bergaya. Dulu anak tetangga suka menjadi objek untuk dijahilin, sekarang sudah menunjukkan kedewasaanya. Dulu di depan rumah hanya ada jalan setapak yang berkerilik dan berdebu, sekarang sudah licin. Ternyata ada warga baru di samping rumah yang anak gadisnya cuakepnya minta ampun (orang sunda). Atau apa saja perubahan di kampung halaman.

.

Lempar ceri dengan kuini
Ceri jatuh di terbelah dua
Lebaran idul fitri sebentar lagi
Marilah kita pulang bersama

.

Gadis bertudung lebat rambutnya
Pergi ke pasar membeli buah
Mudik lebaran tibalah saatnya
Rindu di hati terobati sudah

.

Manis ceritanya orang pulang kampung, lain pula ceritanya dengan orang yang tidak pulang kampung. Lebaran kali ini terpaksa tetap menjalani lebaran di kampung orang. Rindu akan sanak keluarga, handai tauladan, dan yang lainnya terpaksa di tahan dahulu. Mungkin suatu saat atau tahun depan kita akan bersua. Inilah cerita yang ingin saya sampaikan disini. Saya tidak pulang kampung di kesempatan lebaran kali ini. Saya punya alasan tersendiri kenapa saya tidak pulang kampung. Biarlah saya sabar dulu di tahun ini, mingkin di tahun depan saya akan pulang kampung.

.

Simpan kelapa di atas meja
Tinggal sedikit dimakan tupai
Niat hati ingin bersua
Apalah daya tangan tak sampai

.

Terik mentari cahayanya silau
Baiknya kita memakai topi
Terdengar takbir orang di surau
Hati menangis tiada terperi

.

Sebenarnya saya sangat rindu dengan orang tua, adik adik, teman-teman, sahabat dan tiap jengkal tahan kampung halaman. Rasa ini harus saya tahan dahulu, sampai suatu saat saya membawa keberuntungan ketika pulang.

.

Iringi sapi membawa kelapa muda
Tambatkan di bawah pohon jati
Lebaran kali ini kita tak bersua
Tahanlah dulu sabarkan hati

.

Pergi ke hutan membawa parang
Untuk mencari kayu jati
Lebaran kali ini di kampung orang
Lah tahzan, tabahkan hati

.

Apa mau dikata, keputusan telah dibuat. Lebaran kali ini akan saya jalani di tanah Yogya yang saya cintai ini. Dendang melayu, senandung lagu lebaran Siti Nurkhaliza dan senandung nasyid menjadi pelipur lara hati yang merindu. Wahai ya Allah, tabahkanlah hati hambamu ini, berilah kemudahan dalam segala urusan dan tunjukkanlah jalan yang benar, yaitu jalan yang engkau ridhoi.

15 Komentar »

  1. en_me said,

    lebaran di kampung orang.. sedeh kan

    yudios,
    perasaan saya mulai lain.

  2. radenmasnews said,

    wah mas yudi , sayang banget lebaran ga pulang…padahal cuma setahun sekali loh moment buat berkumpul dan silahturohmi dengan keluarga di kampung, mudah2 an lebaran berikutnya bisa mudik dan berkumpul dengan keluarga di kampung.

  3. elFahmi said,

    Sptnya mas yudi penggemar sastra melayu ya? Kelihatan dari pantun-pantun yang dipaparkan di blognya🙂 Salut!

    yudios,
    sedang belajar😉

  4. wi3nd said,

    waaa..bentar la9e mudik neeh dakuu…
    bu..tun99u aku yakh..??
    akh jadi nda sabar neeh heheh..

    *pantunya asyiikk..:)

    yudios,
    boleh ikut?

  5. budimeeong said,

    Kali aj mas yudios dpt zakat ce dtanah jogya sana…😆
    Ngomong-ngomon, ko link aku ga ad dblog mas si…ehm..ehm..

    yudios,
    Okay, tak tambah🙂

  6. sitidjenar said,

    hmmm…dah mulai gak betah ya? jangan2 ntar ada perubahan,malah pulkam duluan …hehehe

  7. aluwi said,

    Aduh Mas Yudios. Puisinya bagus. Terima kasih telah mengunjungi blog saya. Dulu beberapa tahun yang lalu saya pernah nggak pulang kampung, tapi saya nggak sanggup menahan air mata berderai mendengar takbiran sholai Ied Air mata bercucuran begitu kencangnya. saya lupa membawa sapu tangan untuk mengusapnya. Akhirnya sarung yang saya pakai untuk mengusapnya. Suasana haru antara ingat Allah dan ingat orang tua. Tapi saya merasa bersyukur karena sholat saya menjadi terasa khusu’. Kalau jadi nggak pulang kampung ingat bawah sapu tangan ya.

  8. kishandono said,

    Saya pasti pulang daripada di sini sendirian.

  9. indra1082 said,

    Mudik…Mudik…yo……………

    yudios,😦 ,yo….
    hati hati di jalan…
    kirim salam untuk emak dan bapak ya…🙂

  10. yellashakti said,

    tenang saja, saya temani kok, saya juga ndak mudi
    mudiknya sehabis lebaran:mrgreen:

    yudios,
    kenapa nggak dimajuin aja mbak,

  11. nAsruni said,

    ach, kampung saya yah disini mas,
    jadi ga pernah ngerasain yg namanya mudik …😀

  12. pipiew said,

    wah, ndak mudik ke? ape hal?
    yah, semoga bisa pulang kampung di lain waktu… *mudik itu seru lho kalo dinikmati* << jadi pengen ada mudik2an lagi, he..

  13. […] mudik identik dgn pulang ke kampung halaman, salah satu ksibukan liburan yg dilakukan bbrp hari sebelum […]

    yudios,🙂 betul, kurang lebih bisa dikatakan sinonim kata

  14. […] mudik identik dgn pulang ke kampung halaman, salah satu ksibukan liburan yg dilakukan bbrp hari sebelum […]

  15. faisal said,

    ijin copas om…….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: