11.14.08
Mati di tangan Kujang
Kali ini saja tidak berpantun, jadi tulisan ini keluar dari kategori pantun (melayu). Kali ini saya membuat puisi atau apa atau apalah namanya. Saya beri judul “Mati di tangan kujang”. Awalnya saya ingin membuat puisi atau apa atau apalah ini menjadi pantun berkisah, sama seperti pantun Bidadari mimpi yang rencananya saya buat bersambung itu. Tapi nantilah, saya lihat lihat dulu. jadi inilah puisi atau apa atau apalah itu:
.
MATI DI TANGAN KUJANG
.
Mana Kujang bujang karengkang
Padanyalah kukandung semua dosa
Suaranya lantang memecah malam
Sesaat itu juga udara dingin menusuk sukma
Orang sekampung melingkari tanah
Di sana berdiri laksamana tua
Panah diagak ke arah tengah
Tepat mengarah ke dua mata
Keluar kunjang dari singasananya
Mengusung pedang panjang sepinggang
Mata kujang tertuju pada satu arah
Itulah musuh yang harus dibunuhnya
Pedang terarah lurus kokoh ke langit
Amarah dan dendam meyatu tiada tara
Petir menyambar simpang menyimpang
Serentak gagak memekik suara
Melangkah kujang tiga langkah
Berlari si tua menghampirinya
Panah melayang silang menyilang
Lentingan pedang tebarkan darah
Tumbang si tua di depan kujang
Tubuhnya penuh luka dan darah
Tiada ragu kujang menebas kepalanya
Terjerebablah si tua membujur tanah
Menyesal si tua beranak kujang
Lebih baik ia mati diwaktu muda
Tangan kanan kujang menampar muka
Tangan kiri kujang menikam rahim
Dua kakinya menginjak dua kepala
Lengkap sudah penderitaannya
Kujang menjilat darah bapaknya
en_me berkata,
November 14, 2008 pada 11:45 am
makaseh ya mas, sudi mampir nang blog me yg itteww..
alfahmi berkata,
November 14, 2008 pada 12:13 pm
kujang membawa pedang yang terhunus tajam
melangkah dalam kegelapan malam
tanpa baju dan juga kutang
akhirnya roboh juga itu kijang
hahaha…
salut mas, karya yang bagus, kalah punya saya yang di atas
Artha berkata,
November 14, 2008 pada 2:34 pm
wah puisi yach saya kok kagak bisa bikin puisi yach
Ersis Warmansyah Abbas berkata,
November 14, 2008 pada 7:25 pm
Menikmati
doelsoehono berkata,
November 15, 2008 pada 11:13 am
Salam …
kujang begadang setiap malam
mulut merokok gudang garam
dia selalu jaga malam
mata melotot terbayang -bayang
memikirkan adanya si sayang
……eeeee…gak nyambung ya
makasih sudah berkunjung semoga menambah sahabat
kucingkeren berkata,
November 16, 2008 pada 6:34 pm
duhh sepertinya banyak darah berceceran di mana-mana
langitjiwa berkata,
November 16, 2008 pada 7:32 pm
Sungguh,membaca kata-katamu ini.
Terhempas aku oleh gelombang Rasa di dalam kata-katanya..
Dahsyat!
Terus Berkarya.
yadi berkata,
November 17, 2008 pada 4:28 am
kunjungi balik z nih dulu mas, met berkarya z deh slam
nAsruni berkata,
November 17, 2008 pada 10:54 am
Pernah coba bikin cerpen yud?
Risa berkata,
November 20, 2008 pada 8:43 am
ikut berkunjung dan salam kenal ya mas….bagus syair-nya…good !
juliach berkata,
November 26, 2008 pada 3:25 pm
Apa artinya “kujang”?
Panda berkata,
Desember 1, 2008 pada 4:32 pm
keren, tapi ga ngeh arahnya kemana nih ?
SagaraJiwa berkata,
Desember 6, 2008 pada 7:15 pm
Waduh mas ! pie to mas ! Seperti da prtempuran yg sgt hebat !
mang mas terinspirasi ma siapa?
Nin berkata,
Desember 10, 2008 pada 10:28 am
Wah… ini puisi tentang pembunuhan yah?
wi3nd berkata,
Desember 10, 2008 pada 10:35 am
kujan9= kijan9 kah?
fahri berkata,
Desember 27, 2008 pada 6:41 pm
puisi bertutur yah, kisah kujang tuh baru denger aq… sadis bener kayaknya. salam kenal yah, mapir juga ke ‘pondokqu’ aq ya…
dedhycahyadi berkata,
Januari 17, 2009 pada 5:14 pm
Assalamu alaikum mas…..
wah keren banget puisinya….
mas… aq udah pasang link mas di blog aq….
aq tunggu link baliknya yah mas…
by http://bendeddy.wordpress.com
Dedhy Kasamuddin berkata,
Januari 18, 2009 pada 6:05 pm
Assalamu alaikum mas…
aq udah pasang link mas di blog aq..
aq tunggu link baliknya yah mas….
by http://bendeddy.wordpress.com
Dedhy Kasamuddin berkata,
Januari 19, 2009 pada 7:13 am
Ohh…. iya, ikuti aja petunjuknya pasti km akan berhasil membuat banner walaupun tanpa aplikasi seperti photoshop
padahal aq udah pasang link mas diblog aq…
dan terima kasih udah mampir di blog aq….
mas mo nanya dikit nih… kenapa link aq blum di pasang di blog mas… hehehe…
sebelumnya aq ucapkan banyak trima kasih by http://bendeddy.wordpress.com
zzeed berkata,
Januari 20, 2009 pada 7:07 am
gemar berpantun dan berpuisi ya
Widiya Ayu Rekti berkata,
Januari 29, 2009 pada 12:32 pm
Anak durhaka tuh si Kujang..
Tapi kok milih nama kujang bung? Mirip nama senjata khas sunda??
pradityabagus berkata,
Februari 15, 2009 pada 7:37 pm
Malem bung Yudios Hirata
ehehe