10.26.08
Bidadari mimpi
.
Jika tuan ingin bermimpi
Padamkan lilin nyalakan pelita
Setiap malam daku bermimpi
Bertemu insan nan cantik jelita
.
Canggai kuku hiasan tangan
Hiasan jari pengantin muda
Kuraba hatiku mencari jawaban
Apakah gerangan ini maksudnya
.
Putri ayu wajahnya berseri
Jika tersenyum pipinya merona
Parasnya ayu bak bidadari
Pada dirinya hatiku terpana
.
Sajak puisi karya hang jebat
Dibacakan putri di atas pagoda
Sejak mimpi pertama hatiku terpikat
Pada sang bidadari yang datang menggoda
.
Gelang suasa bermata dua
Dihiasi permata berwarna merah
Di malam pertama kita bersua
Di malam kedua senyummu merekah
.
Dincin permata indah bentuknya
Dipakai serasi bujang dan dara
Di malam ke tiga dikau bersuara
Hatiku bergetar rasanya aku jatuh cinta
.
Serentak dayung kayuh berlima
Sampan dikayuh menuju tepi
Di malam berikutnya ku tatap matanya
Nikmatnya sungguh tiada terperi
.
Sampan dikayuh serentak delapan
Untuk latihan agar menjadi juara
Di malam ke lima kau ulurkan tangan
Ingin ku sentuh tapi aku terjaga
.
Ku simpan guci di atas meja
Barang dagangan bujang malaka
Aduhai Gusti yang Maha Kuasa
Apakah gerangan ini maksudnya
.
Kapal berlabuh ke tepi-tepi
Kapal berlayar menuju malaka
Duhai dikau sang pujaan hati
Kenapa hanya di mimpi kita bersua
.
Segunung beras harus ditampih
Ditampih orang suaranya menggema
Siapa gerangan dikau wahai kekasih
Datanglah padaku sebutkan nama
.
Bersambung …..
Note:
If you interest to my pantuns, you may have it, but don’t use it for a commercial purpose and you must enter my name below the pantun.
Artha berkata,
Oktober 28, 2008 pada 3:38 pm
waktu menerpa Kumbang menghela
dikeindahan malam nan gemerlap sinar bintang
bertabur semerbab wangi taman
dihiasi rembulan merona
bersanding putri elok nan rupawan
radenmasnews berkata,
Oktober 28, 2008 pada 6:23 pm
wah mas yudios kembli dengan pantunnya…..
pantunnya apik tenan…..
komentarnya juga TO BE CONTINUE ach…………….
ai berkata,
Oktober 30, 2008 pada 7:54 am
puisi yang romantis…
yudios:
saya berusaha membuat pantun, salah satu bentuk puisi yang bersajak asli produk nusantara
budimeeong berkata,
November 5, 2008 pada 11:48 am
Jadi ingat sang pemimpi karya Andre Hirata…”Baranilah bermimpi” katanya”
Sassie Kirana berkata,
November 7, 2008 pada 6:17 am
Beribu ribu biji nangkaku..
Jatuh satu kedalam lubang
Bila rindu sebut namaku
Air mata jangan dibuang
Pantun diatas dapat dari temen sie yang orang melayu he he
Salam ^^v
wi3nd berkata,
November 7, 2008 pada 10:12 am
sebutin nama neeh yudi..?
mmm..umm.en9..yakin neehh..??
emm….nda jadi akh..heheh
shep ditun99u continunya..:)
gunk berkata,
November 29, 2008 pada 7:58 pm
hebat kawan!
aku salut kepadamu…
salam kenal y
demoffy berkata,
Januari 19, 2009 pada 3:39 pm
berada dalam ILusi…
Nyata tak nyata…
maya tak maya….
hanya perasaan yang…
Ingin tersampaikan…