Mudik lebaran perupakan suatu tradisi yang sangat menyenangkan. Setelah sekian lama kita berada di rantau orang, kini tibalah saatnya kita kembali ke tanah kelahiran, tanah yang selalu dirindukan. Di situlah hati ini tertinggal.
Sanak saudara, sahabat-sahabat, pekarangan rumah dan tiap jengkal tanah menyisihkan kerinduan yang teramat sangat. hanya satu obatnya, yaitu pulang kampung.
.
Pergi ke pekan di hari senja
Banyak ibu-ibu sedang belanja
Rindu sanak keluarga apa obatnya
Pulang kampung, itulah jawabnya
.
Sebelum lebaran idul fitri merupakan waktu yang sangat tepat untuk pulang kampung. Inilah waktunya kita berkumpul dengan sanak keluarga yang kita cintai. Inilah waktunya untuk kita memuaskan diri dengan segala sentuhan kehangatan keluarga, memuaskan telinga dengan kicauan orang-orang yang kita cintai. Memuaskan mata dengan lingkungan yang selama ini membuat hati ini gelisah untuk cepat-cepat pulang.
.
Terbanglah layang-layang jauh ke awan
Sampaikan salamku pada sang angkasa
Terbayang bayang kampung halaman
Seakan akan sudah di pelupuk mata
.
Pasti ada yang berubah, pasti!
Dulu, adik kecil yang ditinggal masih suka mengeluarkan ingus dihidungnya, sekarang sudah pandai bergaya. Dulu anak tetangga suka menjadi objek untuk dijahilin, sekarang sudah menunjukkan kedewasaanya. Dulu di depan rumah hanya ada jalan setapak yang berkerilik dan berdebu, sekarang sudah licin. Ternyata ada warga baru di samping rumah yang anak gadisnya cuakepnya minta ampun (orang sunda). Atau apa saja perubahan di kampung halaman.
.
Lempar ceri dengan kuini
Ceri jatuh di terbelah dua
Lebaran idul fitri sebentar lagi
Marilah kita pulang bersama
.
Gadis bertudung lebat rambutnya
Pergi ke pasar membeli buah
Mudik lebaran tibalah saatnya
Rindu di hati terobati sudah
.
Manis ceritanya orang pulang kampung, lain pula ceritanya dengan orang yang tidak pulang kampung. Lebaran kali ini terpaksa tetap menjalani lebaran di kampung orang. Rindu akan sanak keluarga, handai tauladan, dan yang lainnya terpaksa di tahan dahulu. Mungkin suatu saat atau tahun depan kita akan bersua. Inilah cerita yang ingin saya sampaikan disini. Saya tidak pulang kampung di kesempatan lebaran kali ini. Saya punya alasan tersendiri kenapa saya tidak pulang kampung. Biarlah saya sabar dulu di tahun ini, mingkin di tahun depan saya akan pulang kampung.
.
Simpan kelapa di atas meja
Tinggal sedikit dimakan tupai
Niat hati ingin bersua
Apalah daya tangan tak sampai
.
Terik mentari cahayanya silau
Baiknya kita memakai topi
Terdengar takbir orang di surau
Hati menangis tiada terperi
.
Sebenarnya saya sangat rindu dengan orang tua, adik adik, teman-teman, sahabat dan tiap jengkal tahan kampung halaman. Rasa ini harus saya tahan dahulu, sampai suatu saat saya membawa keberuntungan ketika pulang.
.
Iringi sapi membawa kelapa muda
Tambatkan di bawah pohon jati
Lebaran kali ini kita tak bersua
Tahanlah dulu sabarkan hati
.
Pergi ke hutan membawa parang
Untuk mencari kayu jati
Lebaran kali ini di kampung orang
Lah tahzan, tabahkan hati
.
Apa mau dikata, keputusan telah dibuat. Lebaran kali ini akan saya jalani di tanah Yogya yang saya cintai ini. Dendang melayu, senandung lagu lebaran Siti Nurkhaliza dan senandung nasyid menjadi pelipur lara hati yang merindu. Wahai ya Allah, tabahkanlah hati hambamu ini, berilah kemudahan dalam segala urusan dan tunjukkanlah jalan yang benar, yaitu jalan yang engkau ridhoi.