Agustus 28, 2008
Saya Berhenti Merokok
Saya mengenal merokok ketika saya masih di bangku SMK Teknik Listrik kelas dua. Walaupun saya tergolong anak baik dan juara kelas, tetap saja saya merokok. Lingkungan yang membentuk saya menjadi seorang perokok. Sampai akhirnya saya benar-benar memutuskan untuk berhenti merokok. Mulai tanggal 28 ini saya berhenti merokok. Tidak ada lagi rokok di dalam kehidupan saya. No rokok – no cry kata om Boby.
Beberapa alasan kenapa saya berhenti merokok:
1. Merokok itu tidak sehat untuk badan
Sudah umum kita mendengar slogan ini, di bungkus rokok itu pun ada. Tetapi sekarang saya baru benar-benar menyadari bahwa merokok memang tidak sehat. Merokok berarti memasukkan racun ke dalam paru-paru. Paru-paru menjadi kotor karena nikotin. Paru paru merupaan komponen yang sangat penting bagi tubuh. Darah mendapatkan oksigen baru di sini. Jika paru-paru tertutup oleh nikotin, maka kerja paru paru menjadi tidak optimal. Hal ini menyebabkan kesehatan tubuh bisa terganggu. Hal ini tidak bagus untuk masa tua saya nanti.
2. Merokok tidak sehat untuk kantong
Setelah dihitung-hitung, sekitar Rp. 192.000 dari uang saku saya per bulan habis terbakar hanya untuk melepaskan endorpin dan memasukkan nikotin. Padahal uang itu bisa saya manfaatkan untuk hal yang lebih positif. Ih.ih..ih..iiih…..!
3. Tak tahan sindiran
Teman-teman di lingkungan saya notabene tidak merokok. Mereka selalu menyindir saya karena saya kelihatan aktif merokok. Mereka mengatakan saya “kamu merokoknya kayak kereta api”. Mereka juga sudah mulai memasang pengumuman di kamarnya “NO SMOKING AREA”. Awalnya saya cuek saja. Pasang muka tebal, setting telinga pada mode: “Masuk telinga kanan keluar di telinga kiri” kemudian action. Tetapi terakhir ini saya merasa risih juga. Apalagi didukung oleh fatwa MUI yang telah mengharamkan merokok, mereka semakin gencar saja mengejek saya dengan dalil fatwa itu. Sedangkan saya, cukup takut juga dengan fatwa itu. Ulama telah megeluarkan fatwanya. Fatwa ini tidak main-main.
4. Kamar bau karena asap rokok
Kamar saya hanya ada satu jendela yang selalu terbuka setengah. Jadi Sirkulasi udaranya kurang bagus. Oleh sebab itu, jika saya merokok di kamar, baunya masih bertahan di kamar kurang lebih selama 5-15menit lamanya. Baunya cukup tidak mengenakkan di hidung.
5. Baju jadi bau rokok
Bau rokok “suka” lengket di baju. Jika baju itu saya pakai, baunya jadi tidak karuan saja karena bercapur dengan bau-bau yang lain yang menempel di baju. Sebenarnya sayang juga, baju yang baru di cuci, sidah wangi, malah menjadi bau karena asap rokok.
6. Mulut suka terasa asam kalau bangun pagi
Satu ini yang paling tidak mengenakkan menjadi seorang perokok. Mulut selalu terasa asam ketika bangun pagi. Nikotin yang tertinggal di lidah selama tidur akan bereaksi dengan makhluk-makhluk lain di dalam mulut dan membentuk enzim yang rasanya asam. Atau kasarnya bisa dikatakan “membusuk” di dalam mulut.
7. Demi sang calon pendamping hidup
Memang saya belum menikah, tetapi saya membayangkan ketika saya sudah menikah. Apa jadinya jika saya pas sedang berduaan dengan istri saya, mulut saya bau rokok. Trus sedang mau ci*****, istri saya malah tutup hidung. Khan acaranya jadi kurang gimana gitu. Astagfirullah.
Ada banyak alasan yang bisa diutarakan untuk berhenti merokok. “Di sana” ada beribu-ribu alasan yang bisa diutarakan. Ini pantun saya:
Ayam berkokok di atas genteng
Kalau merokok nggak ganteng.
caray berkata,
Agustus 29, 2008 pada 8:01 am
luar biasa mas bisa berhenti merokok. cuman rasanya masih berat buat memulai. (kunjungan balik:www.rangkasiwi.blogspot.com)
radenmasnews berkata,
Agustus 30, 2008 pada 4:22 am
kalo aku sendiri , kenapa aku berhenti merokok ?? jawaban yang sangat mendasar adalah alasan pada no 2 (Merokok tidak sehat untuk kantong).
dari pada buat beli rokok mending buat makan. ketauan bisa kenyang.hehehehe……..
salam kenal yahhh…..jangan lupa main ke blog ku.
yudios berkata,
Agustus 30, 2008 pada 11:45 am
Merokok sudah diharamkan oleh MUI lo…, he2x. Sekarang giliran saya yang bilang kayak gitu ke orang perokok. Balas dendam!. Coba aja lagi!,nggak penting diniatkan, terjadi kebetulan aja. Pas mau beli rokok, eh malah beli roti. khan nggak jadi beli rokok tuh, jadinya beli roti. mending kenyang rokok dari pada kenyang roti. eh tebalik, mending kenyang roti dari pada kenyang rokok. kira-kira rokok itu bikin kenyang nggak ya? #$%@&*&%.
Fahmi berkata,
Agustus 30, 2008 pada 1:08 pm
Berhenti merokok bagi yang kecanduan nikotin sangat sulit dilakukan. Langkah yang patut untuk dicoba adalah dengan mengalihkan kebiasaan buruk itu ke kebiasaan yang baru. Misalnya lupakan rokok dengan cara mengemut permen, jadikan permen sebagai teman. Jauihi rokok. Permen karet bisa dicoba.
Dari Yudios:
“Stt.., Fahmi diam saja ya. Saya kasih tahu sama sitijenar untuk mengemut jempil. Cara yang Fahmi kasih tahu ini Senang saya coba sekarang.”
onezero3 berkata,
Agustus 30, 2008 pada 7:38 pm
Selamat ya mas, aku acungi jempol utk berhenti rokoknya, memang harusnya begitu dan amat berguna jika kelak berkeluarga.
Kalo aku sih belum bisa, dulu pernah kuat setahun saja, habis rekan2 malah sering menggoda dg pura2 rokoknya ditinggalkan di meja kerjaku, trus kadang2 lengkap dg secangkir kopi panas.
Hal webnya, wah… aku masih byk belajar dari andanya, selamat ya…
sitidjenar berkata,
Agustus 31, 2008 pada 4:17 am
waduh gimana ya??? koq aku lom bisa berenti…ngroko?? gimana caranya? ada cara lain selain ngemut permen???
yudios berkata,
Agustus 31, 2008 pada 12:53 pm
Ada, ngemut jempul.., becanda.
Saya mencoba menghilau keinginan merokok dengan cara menyibukkan diri. Besokkan sudah mulai puasa, Kesempatan emas tuh untuk berhenti merokok. kan siangnya kita nggak merokok. Lanjutin aja malamnya juga nggak merokok.
sitidjenar berkata,
Agustus 31, 2008 pada 1:05 pm
ok…tq sarannya…abis taraweh tidur kelewat dah tuh rokok..hehhe
sandyputra berkata,
September 1, 2008 pada 5:30 pm
Hebat bisa berenti, kata orang sulit lho klo mau berenti. Aq ajah baru mau nyoba(errr…ngak ding).
Itu semua tergantung niat dan sugesti yang kita buat pada diri kita sendiri, Insya Allah saya membuat sugesti yang positif bagi diri saya. Ayo cegah global worming dengan cara berhenti merokok. Perokok juga termasuk penyumbang asap bagi bumi ini karena asapnya. mungkin.
kucingkeren berkata,
September 2, 2008 pada 9:47 am
salut… semoga tetap bertahan tanpa rokok sampe akhir..
dari Yudios,
Godaan untuk merokok pada awalnya cukup gencar mengguda saya. Tetapi, niat saya sudah bulat untuk berhenti merokok. No rokok jagi!
ikrarestart berkata,
September 3, 2008 pada 6:28 am
hehe saya berhenti merokok 2 tahun lalu pada saat bulan puasa dan saya ingin menjadi manusia yang seutuhnya.
tapi waktu saya merokok saya juga pemabuk dan ngedrugs abis waktu itu sudah tau haram hukumnya jadi sekalian saya bablasin tapi sekarang insyaf dehh
coretanpinggir berkata,
September 11, 2008 pada 6:01 pm
“Mulai tanggal 28 ini saya berhenti merokok”
Wah Selamat berhenti
Tidak akan mudah, tapi banyak yang berhasil melewatinya, sekali lagi selamat…
Salam hangat
Popop
sitidjenar berkata,
September 18, 2008 pada 11:30 pm
saya baru bisa ngurangi,mungkin sampai lebaran baru bisa berenti..:mrgreen:
pradityabagus berkata,
September 29, 2008 pada 3:44 am
ya ini yang bagus.
‘pengakuan mantan perokok’.
cocok nih buwat referensi.
dinginlebihnikmat berkata,
Oktober 9, 2008 pada 10:04 am
Masih istiqamah kan mas untuk gak ngrokok?
Merokok memang tidak baik untuk kesehatan, tapi berhenti merokok juga tidak baik untuk pekerja di pabrik rokok, bisa2 mereka ndak punya pnghasilan klu tak ada lagi perokok.
Memang dilematis, mana yang didahulukan, kepentingan pribadi atau kepentingan masyarakat banyak?
Huehehheee, pertanyaan ini yang biasa dilontarkan orang2 yang saya suruh berhenti merokok…..Saya pribadi lebih mendukung mereka yang ingin berhenti merokok.
Salam kenal ya mas….
ikrarestart berkata,
Oktober 17, 2008 pada 11:29 am
sudah berhenti merokok !!!
jangan gabung sama perokok atau mengunci diri selama 2 bulan insya Allah pasti bisa kalau ada niat jangan besok2 mulailah dari sekarang (maaf jadi lancang sok ngajarin ) tapi maksud saya cuma mau kasih saran atas pengalaman saya
Kang Ivo berkata,
Januari 5, 2009 pada 8:00 pm
Ada satu ide yang mungkin bisa jadi solusi bagi perokok pasif dan aktif. Yaitu rokok yang menyehatkan. Bisa diklik nama saya … mudah-mudahan … hatur nuhun