03.21.08
Cara Membuat pantun
Mengenal pantun:
Pantun merupakan salah satu sastra lisan yang banyak dikenal di Nusantara. Misalnya, di Sumatra di kenal pantun, di Jawa terkenal sebagai Parikan, di Sunda dikenal sebagai Paparikan.
Pantun biasa digunakan untuk saling menghibur, sindir menyindir, mengungkapkan perasaan hati, menasehati, dan lain sebagainya.
Komponen pantun:
Pantun terdiri dari 4 baris kalimat. dua baris pertama di sebut sampiran, dua baris selanjutnya adalah isi (pesan yang akan disampaikan).
Sampiran berfungsi untuk membuat irama pantun. Kalimat pertama memberi irama untuk irama kalimat ke-3, kalimat ke 2 memberi irama ke kalimat ke-4.
Aturan membuat pantun:
Di akhir kata setiap kalimat pantun harus memiliki pola ABAB, tetapi ada kala orang membuatnya dengan pola AAAA. pola resminya adalah ABAB. contoh:
berakit rakit ke hulu –> u=(A)
berenang renang ke tepian –> n=(B)
bersakit sakit dahulu –> u=(A)
bersenang senang kemudian –> n=(B)
Membuat pantun:
Kamu buat dulu dua baris isi pantunnya, seperti:
nenek uring uring siang dan malam
mendengar kakek ingin poligami
Sekarang kamu tinggal menambahkan sampirannya. biasanya sampiran itu berupa peristiwa sehari-hari. contoh:
dagang berisi buah mempelam
tolonglah beli barang segoni
pantun jadinya seperti ini:
dagang berisi buah mempelam
tolonglah beli barang segoni
nenek uring uring siang dan malam
mendengar kakek ingin poligami
Nah, sekarang kamu sudah bisa membuat pantun. Kamu bisa mengekspresikan pantunmu untuk orang lain, sms, kartu ulang tahun, atau ucapan selamat lainnya.
Senang juga rasanya jika kamu memberikan pantunmu ke sini. Jangan berkecil hati jika kamu belum bisa membuat pantun, memberi tanggapan juga boleh kok. ok!
Nin berkata,
Agustus 24, 2008 pada 6:15 am
Memberi makan orang tak punya
Akan terkenang sampai mati
Terima kasih atas ilmunya
Semoga berguna hingga akhir nanti
yudios berkata,
Agustus 30, 2008 pada 12:06 pm
berjalan santai di Teluk Kuantan
Singgah pasar membeli songket
Menuntut ilmu adalah keharusan
Agar terang jalan dunia dan akhirat
wiek berkata,
September 1, 2008 pada 10:30 am
jadi inget pelajaran bahasa Indonesia waktu maseh celokaah ne
Dari Yudios,
Pantun adalah budaya nasional, pantun tidak diklaim hanya milik orang melayu saja, pantun adalah harta kita, pantun adalah ciri bangsa kita.
satya sembiring berkata,
September 6, 2008 pada 9:02 am
salam kenal
thk sudah mapir di blog saya
Yudios,
Kita lanjutkan untuk silahturahmi yang lebih baik lagi….
joseph berkata,
September 27, 2008 pada 6:23 am
THR lebaran dari :
http://m4rnos.wordpress.com/page/10/
numpang ya…. thanks
yudios,
tempat download yang gratisan
ikrarestart berkata,
Oktober 4, 2008 pada 10:34 pm
pararusing jararengkel
tai ucing tingperengkel
sendal jepit
sendal swalow
u sipit
kaya andi lau
ikan teri ikan japuh
RIPUH
udah deh gak bakat nih mantunnya maaf ya. minal aidin ya
PeEs berkata,
November 5, 2008 pada 12:37 pm
thx
ali berkata,
April 17, 2009 pada 10:09 am
terengkyuuu.
shannia berkata,
Juni 8, 2009 pada 10:48 am
daun ketaya akar terjumbai
kerat dibantun dipatahkan
bukan hamba cerdik dan pandai
sunat pantun hamba sembahkan
nukman berkata,
Juli 24, 2009 pada 12:42 pm
wah keren banget……aku boleh minta ilmu nya gak bwt blog ku??
ades berkata,
Juli 28, 2009 pada 3:05 pm
kucing cilik matanya lentik
guE cAntik Bnyk Yg nGeliRik
yudios berkata,
Juli 29, 2009 pada 7:52 pm
Ades cantik bermata jeli
wajahmu juwaita senyummu menawan
padamu wahai tambatan hati
karena laku budimu hatiku tertawan
fitri berkata,
September 10, 2009 pada 2:10 pm
salm kenl xxxaaa???
makan acar ya makan acar
tapi jangan di daun talas
punya pacar ya punya pacar
tapi jangan satu kelas
ida berkata,
Oktober 13, 2009 pada 3:12 pm
bunga yang cantik
sangat harum lauuu
kasihan melihat …
seperti itu ……………..
Kani berkata,
September 16, 2009 pada 5:51 am
Bunga mawar tangkai berduri
Tumbuh sendiri di jalan mendaki
Sungguh senang membaca blog ini
Mengingatkan tradisi di kampung sendiri.
Eid-el Fitr Mubarak, 1 Syawal 1430H.
Minal Aidin Wal Faizin,Mohon Maaf Lahir dan Bathin.