03.21.08

Cara Membuat pantun

Ditulis dalam Melayu tagged , , pada 2:28 pm oleh yudios

Mengenal pantun:
Pantun merupakan salah satu sastra lisan yang banyak dikenal di Nusantara. Misalnya, di Sumatra di kenal pantun, di Jawa terkenal sebagai Parikan, di Sunda dikenal sebagai Paparikan.

Pantun biasa digunakan untuk saling menghibur, sindir menyindir, mengungkapkan perasaan hati, menasehati, dan lain sebagainya.

Komponen pantun:
Pantun terdiri dari 4 baris kalimat. dua baris pertama di sebut sampiran, dua baris selanjutnya adalah isi (pesan yang akan disampaikan).
Sampiran berfungsi untuk membuat irama pantun. Kalimat pertama memberi irama untuk irama kalimat ke-3, kalimat ke 2 memberi irama ke kalimat ke-4.

Aturan membuat pantun:
Di akhir kata setiap kalimat pantun harus memiliki pola ABAB, tetapi ada kala orang membuatnya dengan pola AAAA. pola resminya adalah ABAB. contoh:

berakit rakit ke hulu –> u=(A)

berenang renang ke tepian –> n=(B)

bersakit sakit dahulu –> u=(A)

bersenang senang kemudian –> n=(B)

Membuat pantun:

Kamu buat dulu dua baris isi pantunnya, seperti:

nenek uring uring siang dan malam
mendengar kakek ingin poligami

Sekarang kamu tinggal menambahkan sampirannya. biasanya sampiran itu berupa peristiwa sehari-hari. contoh:

dagang berisi buah mempelam
tolonglah beli barang segoni

pantun jadinya seperti ini:

dagang berisi buah mempelam
tolonglah beli barang segoni
nenek uring uring siang dan malam
mendengar kakek ingin poligami

Nah, sekarang kamu sudah bisa membuat pantun. Kamu bisa mengekspresikan pantunmu untuk orang lain, sms, kartu ulang tahun, atau ucapan selamat lainnya.
Senang juga rasanya jika kamu memberikan pantunmu ke sini. Jangan berkecil hati jika kamu belum bisa membuat pantun, memberi tanggapan juga boleh kok. ok!

15 Tanggapan »

  1. Nin berkata,

    Memberi makan orang tak punya
    Akan terkenang sampai mati
    Terima kasih atas ilmunya
    Semoga berguna hingga akhir nanti
    :lol:

  2. yudios berkata,

    berjalan santai di Teluk Kuantan
    Singgah pasar membeli songket
    Menuntut ilmu adalah keharusan
    Agar terang jalan dunia dan akhirat

  3. wiek berkata,

    jadi inget pelajaran bahasa Indonesia waktu maseh celokaah ne ;-)

    Dari Yudios,
    Pantun adalah budaya nasional, pantun tidak diklaim hanya milik orang melayu saja, pantun adalah harta kita, pantun adalah ciri bangsa kita.

  4. satya sembiring berkata,

    salam kenal
    thk sudah mapir di blog saya

    Yudios,
    Kita lanjutkan untuk silahturahmi yang lebih baik lagi….

  5. joseph berkata,

    THR lebaran dari :
    http://m4rnos.wordpress.com/page/10/
    numpang ya…. thanks

    yudios,
    tempat download yang gratisan

  6. ikrarestart berkata,

    pararusing jararengkel
    tai ucing tingperengkel

    sendal jepit
    sendal swalow
    u sipit
    kaya andi lau

    ikan teri ikan japuh
    RIPUH

    udah deh gak bakat nih mantunnya maaf ya. minal aidin ya

  7. PeEs berkata,

    thx :)

  8. ali berkata,

    terengkyuuu.

  9. shannia berkata,

    daun ketaya akar terjumbai
    kerat dibantun dipatahkan
    bukan hamba cerdik dan pandai
    sunat pantun hamba sembahkan

  10. nukman berkata,

    wah keren banget……aku boleh minta ilmu nya gak bwt blog ku??

  11. ades berkata,

    kucing cilik matanya lentik
    guE cAntik Bnyk Yg nGeliRik

  12. yudios berkata,

    Ades cantik bermata jeli
    wajahmu juwaita senyummu menawan
    padamu wahai tambatan hati
    karena laku budimu hatiku tertawan

  13. fitri berkata,

    salm kenl xxxaaa??? ;-)

    makan acar ya makan acar
    tapi jangan di daun talas
    punya pacar ya punya pacar
    tapi jangan satu kelas

    • ida berkata,

      bunga yang cantik
      sangat harum lauuu
      kasihan melihat …
      seperti itu ……………..

  14. Kani berkata,

    Bunga mawar tangkai berduri
    Tumbuh sendiri di jalan mendaki
    Sungguh senang membaca blog ini
    Mengingatkan tradisi di kampung sendiri.

    Eid-el Fitr Mubarak, 1 Syawal 1430H.
    Minal Aidin Wal Faizin,Mohon Maaf Lahir dan Bathin.


Tinggalkan sebuah Komentar