02.20.09
Gurindam negeri-bangsa
Apa ciri negeri yang makmur
Orangnya berilmu tanahnya subur
.
Apa ciri negeri yang kaya
Harta disimpan untuk yang muda
.
Apa ciri negeri yang disegani
Hargadirinya di junjung tinggi
.
Apa ciri negeri yang sentosa
Rakyat pemimpin se-iya sekata
.
Apa ciri negeri yang jaya
Di sana ilmu mudah ditimba
.
Apa ciri negeri yang sejahtera
Rakyatnya hidup penuh bahagia
.
Apa ciri negeri yang aman
Kemana pergi merasa berkawan
.
Apa ciri negeri yang adil
Hukum ditegak sesuai dalil
.
Apa ciri negeri yang kuat
Selalu sedia setiap saat
.
Yogyakarta, 20 februari 2009
Oleh: Muhammad Yudios Sepradata
Deep Freeze dan Virus
Memelihara virus di komputer memang tidak menyenangkan. Kinerja komputer mejadi lambat, banyak file yang disembunyikan, dan banyak lagi hal-hal yang tidak menyenangkan yang diakibatkan oleh virus, cacing, trojan tersebut.
Sebelumnya, hampir satu tahun setengah saya tidak menggunakan antivirus. Hanya dengan mengandalkan trik yang saya tulis di blog ini yang berjudul “makhluk misterius”, telah banyak virus komputer yang telah saya bunuh. Tetapi akhirnya saya kebobolan juga. Hingga akhirnya komputer saya lumpuh dibuatnya. Hanya satu solusinya, yaitu instal ulang OS beserta program-program penting lainnya.
Dan PC saya sekarang telah aman. Walaupun tanpa menginstal antivirus sekalipun, komputer saya tidak akan diserang oleh virus-virus lagi karena saya menginstal Deep Freeze 5 (konon katanya sudah ada sampai versi 9). Dengan deep Freeze ini, seperti apapun file sistem komputer kita di otak-atik, dihapus atau diapakan saja oleh program-program jahat itu, setelah komputer kita restar, maka komputer kita akan sehat seperti semula kala dengan tanpa ada perubahan sedikitpum. Bahkan jika kamu membuat beberapa file di drive C (misalnya membuat dokumen di My Document), maka filemu itu akan hilang tidak berbekas. Karena drive C mu sudah bisa dibuat permanen olehnya (selama Deep freeze itu diaktifkan).
Kalau boleh saya membuat perumpamaan, jika drive C ( tempat menginstal OS dan program-program lainnya) kita kunci dengan Deep Freeze, sama ibaratnya kita mencoba menghapus file yang ada di dalam sebuah disc. Kita tidak akan bisa menghapus data di dalamnya karena file di dalamnya permanen di dalam disc.
Nah, bagi yang tidak ingin repot-repot meng-up date antivirus dan tidak ingin repot-repot berurusan dengan virus-virus atau program jahat lainnya, saya sarankan menginstal Deep Freeze saja. Ini bukan promosi lo, cuma menyarankan saja. Bagi yang sudah tahu banyak mengenai deep freeze, tolong bagi tahu saya juga ya mengenai penggunaan program ini untuk penggunaan yang lebih lanjut, atau cara-cara lain untuk mengamankan komputer ya.
Manusia di kloning?
“Apa jadinya jika manusia di…………?”. Isi tanda titik-titik pada kalimat pertanyaan ini dengan apa yang mungkin bisa dilakukan terhadap manusia, maka kamu akan membuat suatu kontroversial dalam kehidupan manusia yang “pantas” diperdebatkan secara etika dan moral. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba mengisinya dengan kata “kloning”. Apa jadinya jika manusia di kloning?.
Apa jadinya jika manusia dikloning?
Fenomena dalam beberapa masa terakhir ini adalah lahirnya ilmu bioteknologi dimana dengan ilmu bioteknologi, mahluk hidup bisa dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki sifat fisik tertentu. Misalnya ayam dimodifikasi gen-nya sedemikian rupa sehingga dia bisa menghasilkan telur yang lebih besar atau bisa tumbuh lebih cepat dan berpostur tubuh lebih besar (ayam pedaging). Kurang lebih seperti ayam yang sering kita makan sehari-hari?
Nah, sekarang apa jadinya jika gen manusia dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki sifat-sifat tertentu yang lebih menonjol, misalnya daya tahannya jauh lebih baik daripada manusia sekarang, atau gen manusia kombinasi sedemikian rupa dengan gen hewan lainnya sehingga manusia hasil kloning ini memiliki sayap, berbulu domba tetapi berkepala srigala, atau manusia memiliki sifat seperti buaya tetapi tetap bisa hidup di darat, atau manusia yang memiliki gigi yang baik seperti tikus, atau manusia yang diperkembangbiakkan seperti ayam di dekat kampus-kampus, atau atau-atau yang lainnya? (saya bingung menulisnya seperti apa).
Saya tambahkan lagi pertanyaanya, apa jadinya jika kamu (manusia) diambil darahnya untuk diperbanyak sehingga akan ada kamu-kamu yang lainnya persis seperti kamu adanya sekarang ini?. Jika kamu merasa pede dan punya uang banyak, kamu bisa memesan diri kamu yang lainya di pabrik tertentu untuk mengurusi hartamu atau ada misi tertentu yang harus kamu lakukan.
Lalu, dari pertanyaan-pertanyaan di atas, lahirlah pertanyaan-pertanyaan lainnya. Jika manusia aslinya sudah mati tetapi manusia hasil kloningannya belum mati, jadi sebenarnya dia itu sudah mati atau belum?, apakah manusia hasil kloningan itu pantas disebut manusia?, manusia hasil kloningan itu memanggil manusia asalnya apa?, statusnya seperti apa?, jika manusia “diperternakkan” di laboratorium, lalu apa yang dimaksud dengan manusia?
Dari hasil curah gagasan yang saya lakukan, saya hanya menghasilkan pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa saya jawab sepenuhnya dengan sebatas kemampuan yang saya miliki. Sekarang pertanyaan terakhir dari saya, apa jadinya manusia jika manusia dimodifikasi mirip kalkun, badak, cacing gelang, harimau ompong, siput, dan bunglon? Wah, kebayang nggak ya jika pada suatu saat kamu jalan-jalan di depan rumah dan tanpa sengaja kamu menendang siput. Lalu tidak lama setelah itu kamu digiring ke pengadilah karena siput yang kamu tendang tersebut ternyata manusia.
Tulisan ini tidak ada maksud negatif apapun, ini hanya membuka wacana saja. Saya tutup dengan pantun:
.
Buaya darat buaya laut
Sesama buaya haruslah rukun
Kalau ditimbang kok berat
Maklum, badan sudah kayak kalkun
.
Pantunnya OOT ya? Nggak apa-apa J.
11.14.08
Mati di tangan Kujang
Kali ini saja tidak berpantun, jadi tulisan ini keluar dari kategori pantun (melayu). Kali ini saya membuat puisi atau apa atau apalah namanya. Saya beri judul “Mati di tangan kujang”. Awalnya saya ingin membuat puisi atau apa atau apalah ini menjadi pantun berkisah, sama seperti pantun Bidadari mimpi yang rencananya saya buat bersambung itu. Tapi nantilah, saya lihat lihat dulu. jadi inilah puisi atau apa atau apalah itu:
.
MATI DI TANGAN KUJANG
.
Mana Kujang bujang karengkang
Padanyalah kukandung semua dosa
Suaranya lantang memecah malam
Sesaat itu juga udara dingin menusuk sukma
Orang sekampung melingkari tanah
Di sana berdiri laksamana tua
Panah diagak ke arah tengah
Tepat mengarah ke dua mata
Keluar kunjang dari singasananya
Mengusung pedang panjang sepinggang
Mata kujang tertuju pada satu arah
Itulah musuh yang harus dibunuhnya
Pedang terarah lurus kokoh ke langit
Amarah dan dendam meyatu tiada tara
Petir menyambar simpang menyimpang
Serentak gagak memekik suara
Melangkah kujang tiga langkah
Berlari si tua menghampirinya
Panah melayang silang menyilang
Lentingan pedang tebarkan darah
Tumbang si tua di depan kujang
Tubuhnya penuh luka dan darah
Tiada ragu kujang menebas kepalanya
Terjerebablah si tua membujur tanah
Menyesal si tua beranak kujang
Lebih baik ia mati diwaktu muda
Tangan kanan kujang menampar muka
Tangan kiri kujang menikam rahim
Dua kakinya menginjak dua kepala
Lengkap sudah penderitaannya
Kujang menjilat darah bapaknya
11.06.08
UU APP
Undang Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (UU APP) sudah disahkan. Saya senyum sendiri. Akhirnya satu benteng telah didirikan, batin saya. Memang secara umum kita merasakan pornoaksi dan pornografi sangat tidak cocok dengan budaya kita. Budaya kita menolah akan dua hai ini. Hanya saja beberapa dekade ini, dua hal ini dirasakan seakan-akan terlalu dipaksakan di hadapan kita. Apalah lacur, kita terjebak dalam pergaulan global yang cenderung materialistis yang sangat sulit dibendung oleh bangsa manapun. Dua hal ini dianggap memiliki potensi memberikan keuntungan yang besar jika digarap dengan maksimal. Makanya dua hal ini mudah berkembang di maka-mana. Apalagi jika dua hal ini didukung oleh kebudayaan orang yang menerapkannya. Berbeda degan kita, kita adalah bangsa yang lain dari yang lain.
Sudah kedua hal ini tidak bisa kita terima, efek negatifnya juga tidak bisa kita terima. Oleh karena itu, segala unsur dalam dua hal ini benar-benar harus dibatasi. Jika pornografi dan pornoaksi menjadi marak di suatu tempat, maka kita dapat menyimpulkan bahwa peradaban manusia di tempat tersebut mengalami kemunduran. Manusia yang beradab memiliki aturan-aturan yang dia pegang demi kebaikan dan harga dirinya. Tetapi jika aturan-aturan tersebut bergeser (sebagian aturan tidak dipakai karena dianggap menghambat urusan dan keinginannya) maka kekacauan dalam banyak hal akan saling berhimpitan sehingga membuat manusia yang terjebak di dalamnya akan mendapatkan kesulitan ketika dia keluar ke tempat yang lain.
Lain halnya bagi kebudayaan yang menjadi pakaian sehari-hari orang Indonesia. Misalnya, bagaimana bagi kita yang memiliki budaya yang sebagian dari kita menganggap itu sebagai bentuk pornografi (dalam persepsi budaya lokal lain)? Ambil saja kita sebagai salah satu dari anggota suku anak dalam (suku asli Indonesia), pakaian kita mengikuti adat istiadat kita secara turun temurun. Bagi kita pakaian itu sudah sopan, mungkin saja bagi suku yang lain pakaian seperti itu kurang disukai?.
Tidak, kita sangat menghormati segala bentuk budaya dan manusia Indonesia. Bagi kita, kehormatan saudara kita adalah kehormatan kita juga. Tidak ada satupun dari kita merasa lebih terhormat dari pada suku lain. Kita sudah terbiasa dengan segala perbedaan ini. Rasa saling menghormati di antara kita telah mendarah daging. Jadi, perbedaan budaya seperti ini tidak masalah bagi kita. Hanya saja yang tidak bisa kita terima adalah masuknya pengaruh budaya asing ke dalam budaya kita. Jika ada orang lain yang berusaha mengeser standar malu dalam pergaulan kita baik dalam bentuk perang pemikiran maupun dalam bentuk penjajahan kebudayaan, maka hal ini dianggap sebagai penghinaan terhadap peradaban yang telah susah payah dibentuk oleh nenek moyang kita. Hal ini harus kita lawan. Jangan sekali kali kita mau menurunkan derajat peradaban bangsa kita.
Jadi apa solusinya? Menurut saya, kita bisa mengambil satu prinsip dalam Al Quran yang berbunyi “agamaku untuk ku, agamamu untuk mu”. Dalam persepsi ini kita memakainya menjadi: “budayaku untuk ku, budayamu untukmu. Kamu jangan memaksakan budayamu kepadaku. Hal itu tidak akan aku terima, karena bagiku budayaku adalah segalanya”.
10.26.08
I back
Hi everybody, assalamu’alaikum.
It’s my first time I meet you since we celebrated our ied. Glad to see you again. I say to you, “I back”.
At this first time, I post some pantuns. It’s named “Pantun bidadari mimpi”. It will be continued..
It’s a story of Bujang lapuk (his alias name in the story) . It’s chapter I of his story. So, get your the best experience with the pantun here (in this blog).
Enjoy it.
read here: http://yudios.wordpress.com/2008/10/26/bidadari-mimpi/
Bidadari mimpi
.
Jika tuan ingin bermimpi
Padamkan lilin nyalakan pelita
Setiap malam daku bermimpi
Bertemu insan nan cantik jelita
.
Canggai kuku hiasan tangan
Hiasan jari pengantin muda
Kuraba hatiku mencari jawaban
Apakah gerangan ini maksudnya
.
Putri ayu wajahnya berseri
Jika tersenyum pipinya merona
Parasnya ayu bak bidadari
Pada dirinya hatiku terpana
.
Sajak puisi karya hang jebat
Dibacakan putri di atas pagoda
Sejak mimpi pertama hatiku terpikat
Pada sang bidadari yang datang menggoda
.
Gelang suasa bermata dua
Dihiasi permata berwarna merah
Di malam pertama kita bersua
Di malam kedua senyummu merekah
.
Dincin permata indah bentuknya
Dipakai serasi bujang dan dara
Di malam ke tiga dikau bersuara
Hatiku bergetar rasanya aku jatuh cinta
.
Serentak dayung kayuh berlima
Sampan dikayuh menuju tepi
Di malam berikutnya ku tatap matanya
Nikmatnya sungguh tiada terperi
.
Sampan dikayuh serentak delapan
Untuk latihan agar menjadi juara
Di malam ke lima kau ulurkan tangan
Ingin ku sentuh tapi aku terjaga
.
Ku simpan guci di atas meja
Barang dagangan bujang malaka
Aduhai Gusti yang Maha Kuasa
Apakah gerangan ini maksudnya
.
Kapal berlabuh ke tepi-tepi
Kapal berlayar menuju malaka
Duhai dikau sang pujaan hati
Kenapa hanya di mimpi kita bersua
.
Segunung beras harus ditampih
Ditampih orang suaranya menggema
Siapa gerangan dikau wahai kekasih
Datanglah padaku sebutkan nama
.
Bersambung …..
Note:
If you interest to my pantuns, you may have it, but don’t use it for a commercial purpose and you must enter my name below the pantun.
